INFORMASI SEPUTAR TOEFL BESERTA TIPS & TRIK TOEFL.. PERTANYAAN DAN SARAN PLEASE CALL 021 5694 7377 / EMAIL : toefl.clc@gmail.com

Apakah Test TOEFL itu?

TOEFL adalah tes kemampuan berbahasa Inggris yang diakui tinggi secara international. Pemilik TOEFL adalah ETS.org .

Materi pada test TOEFL

Test yang terdapat dalam TOEFL tidak jauh berbeda dengan test kemampuan bahasa inggris lainya, meliputi Reading, Listening, Writing, dan Speaking

Persiapan Test TOEFL

Preparation sangatlah penting untuk menghadapi test TOEFL. Dengan persiapan dan latihan di harapkan pada saat test kita sudah terbiasa dengan berbagai jenis soal yang di ujikan, sehingga bisa mencapai score yang tinggi

Fasilitas lengkap dan modern

Salah satu kunci sukses dalam preparation atau persiapan TOEFL adalah fasilitas yang cukup lengkap dan modern. Sehingga siswa merasa nyaman dalam belajar

Sukses berawal dari TOEFL

TOEFL di selenggarakan untuk memenuhi kebutuhan kerja dan pendidikan yang di akui oleh berbagai institusi di seluruh dunia, Dengan TOEFL anda bisa memasuki dunia kerja atau study dengan lebih optimis

TOEFL vs IELTS - Mana yg Lebih Susah dan Mudah?


Salah satu perbedaan yang paling jelas di antara test TOEFL iBT dan test IELTS adalah bentuk structure dan format test masing masing. Jadi bila ada orang yang mengatakan test IELTS lebih susah ataupun sebaliknya, pernyataan tersebut belum tentu benar dan berlaku untuk orang lain. Contoh yang jelas di mana test TOEFL iBT terkoneksi langsung ke Internet dengan menggunakan komputer untuk menjawab soal soal ujian, termasuk speaking test. Untuk orang yang belum terbiasa dengan komputer, ini merupakan hal yang sulit dilakukan, orang tersebut akan mengatakan test TOEFL iBT lebih susah. Sebaliknya ada beberapa orang cukup gugup bila baru pertama kali bertemu dengan orang yang tidak dikenal, orang tsb akan mengalami kesulitan ketika berhadapan dengan interviewer di IELTS speaking test. Ada juga yang lebih suka mengetik daripada menulis di kertas, dengan mengetik - jawaban akan lerlihat lebih jelas dan mudah sekali menghapus atau meralat kesalahan kesalahan yang ada.

Bila kita lihat lebih lanjut lagi di antara test test tsb, penggunaan listening dalam TOEFL iBT jauh lebih sering dibandingkan dengan IELTS. Orang perkotaan dengan background English listening yang kuat, akan terasa test TOEFL iBT itu lebih mudah, sebaliknya orang yang background English listening nya kurang akan merasa itu menjadi sesuatu yang menakutkan.

Soal soal test TOEFL iBT dalam reading dan listening menggunakan pilihan ganda atau mulitple choice, dalam test IELTS soal soalnya lebih bervariatif, ada muliple choice, ada short answer, ada juga True, False and Not Given question. Buat sebagian orang, pilihan ganda mungkin lebih membingungkan, tetapi kesempatan untuk menebak jawaban itu selalu ada.

Dalam bagian writing, test IELTS memberikan waktu yang lebih lama dengan jawaban yang lebih sedikit. Dalam test TOEFL writing, waktu yang diberikan lebih singkat sedikit, tetapi jawaban diharapkan lebih banyak. Ini bukan berarti, IELTS writing lebih mudah, ini lebih dikarekan penilaian dalam IELTS writing mencakup lebih banyak aspek, seperti penggunaan vocabulary yg lebih variatif dan tepat, dan kemampuan memberikan ringkasan yang padat. Dalam TOEFL writing bagian pertama, setiap kandidat diharuskan terlebih dahulu membaca dan mendengar masing masing satu topik kuliah, selanjutnya menrangkum kedua bagian tersebut ke dalam satu essay summary. Buat sebagian orang yang tidak terbiasa dengan listening, itu akan menjadi sesuatu yang lebih susah.

Saya banyak mendengar IELTS speaking jauh lebih mudah dikarenakan berhadapan langsung dengan sih interviewer, tetapi dalam penilaian, mereka juga harus berpegang teguh dengan prinsip penilaian yang ada. Suasana yang menyenangkan dan hangat bukan berarti akan mendapat nilai dengan yang tinggi, kemampuan berkomunikasi dengan baik tetapi menjadi patokan yang terutama. TOEFL speaking, setiap kandidat diharuskan berbicara merespon terhadap soal soal test yang diberikan secara langsung pada test. Waktu yang singkat menjadi kendala buat kandidat yang tidak terbiasa. Dar sisi penilaian TOEFL speaking lebih mempertimbangkan sisi sisi kesalahan umum manusia, sehingga untuk mendapatkan score yang sangat tinggi untuk non-native speaker itu bukan hal yang tidak mungkin.








TOEFL PBT / ITP dan TOEFL iBT

TOEFL PBT / ITP vs TOEFL iBT
Apa itu TOEFL PBT? TOEFL PBT (Paper Based Test) atau dalam bahasa kita adalah tes TOEFL berbasis kertas. Seperti namanya, tes ini dilakukan diatas kertas. Adalah salah satu jenis tes yang dikelauarkan oleh English Testing System (ETS) khusus untuk wilayah Asia. Skor TOEFL PBT bersifat institutional yang berarti hanya digunakan untuk institusi dan wilayah lokal tertentu dan tidak berlaku untuk seluruh negara di dunia. Untuk di Indonesia, pemakaian TOEFL PBT lebih sering digantikan TOEFL ITP.
Meskipun tidak berlaku di seluruh dunia, TOEFL PBT / ITP masih bisa digunakan sebagai prasyarat pengajuan beasiswa tertentu seperti DAAD, Fullbright, StuNed, Monbukagakusho, ADS dan sebagainya.
TOEFL PBT / ITP terdiri atas tiga sesi ujian, antara lain Listening, Structure and Written Expression dan Reading Comprehension. Masing-masing sesi ujian memiliki jumlah soal dan waktu kerja yang berbeda-beda.
Listening
Jumlah soal : 50 soal
Waktu kerja : 30-40 menit
Terbagi menjadi 3 bagian, yaitu
  • Part A : Percakapan pendek
  • Part B : Percakapan panjang
  • Part C : Monolog panjang
Structure and Written Expression
Jumlah soal : 40 soal
Waktu kerja : 25 menit
Terbagi menjadi 2 bagian, yaitu
  • Part A : Berupa soal dengan jawaban pilihan ganda
  • Part B : Berupa soal untuk memilih jawaban yang salah
Reading Comprehension
Jumlah soal : 50 soal
Waktu kerja : 55 menit
Tidak perlu khawatir bila terdapat jawaban yang salah pada ujian TOEFL PBT, karena tidak akan ada pengurangan nilai pada TOEFL PBT. Setelah mengerjakan semua soal TOEFL PBT sekitar seminggu atau dua minggu kemudian peserta TOEFL PBT akan diberikan semacam sertifikat skor TOEFL yang nantinya menjadi tolak ukur kemampuan bahasa Inggrisnya. Sertifikat ini berlaku hingga 2 tahun, terhitung sejak tanggal diterbitkannya sertifikat. Adapun skor TOEFL PBT yang diberikan berkisar antara 310-677.
Apa itu TOEFL iBT?
TOEFL iBT merupakan jenis tes TOEFL terbaru yang dikeluarkan oleh English Testing System. TOEFL iBT ini menggantikan dua pendahulunya yaitu TOEFL PBT (Paper Based Test) dan TOEFL CBT (Computer Based Test). Meskipun TOEFL PBT (atau lebih sering disebut ITP) masih digunakan di Indonesia, akan tetapi TOEFL yang diakui sebagai tes kemampuan bahasa Inggris di seluruh dunia adalah TOEFL iBT.
Berbeda dengan TOEFL PBT, dalam pengerjaannya, TOEFL iBT menggunakan komputer yang terhubung langsung dengan internet dan setiap jawaban yang diberikan akan direkam oleh komputer dan dikirim langsung ke ETS.
Tes TOEFL iBT terbagi menjadi 4 sesi ujian, antara lain Reading, Listening, Speaking, dan Writing.
Reading
Jumlah bacaan : 3-5
Jumlah soal : 12-14 soal
Waktu kerja : 60-100 menit
Listening 
Terbagi atas 2
Part A : Percakapan
Jumlah percakapan : 2-3 percakapan
Jumlah soal : 5 soal
Part B : Materi Kuliah
Jumlah materi : 4-6 materi
Jumlah soal : 6 soal tiap materi
Waktu kerja keseluruhan : 60-90 menit
Speaking
Jumlah soal keseluruhan : 6 soal
Terbagi menjadi
Soal independen : 2 soal
Soal terintegrasi : 4 soal
Waktu kerja keseluruhan : 20 menit
Writing
Jumlah soal keseluruhan : 2 soal
Terbagi menjadi
Soal terintegrasi : 1 soal
Waktu kerja : 20 menit
Soal independen : 1 soal
Waktu kerja : 30 menit
Sebelum sesi speaking, peserta diberikan waktu istirahat sekitar 5-10 menit. Sekitar 2 minggu setelah ujian hasil skor TOEFL iBT akan diumumkan di website resmi ETS, sedangkan untuk sertifikat baru akan sampai ke alamat anda sekitar 1.5 bulan. Olehnya sangat disarankan bagi peserta yang ingin mengajukan aplikasi untuk melanjutkan kuliah di luar negeri untuk mengambil tes TOEFL iBT jauh hari sebelum deadline aplikasi untuk menghindari keterlambatan pengiriman lewat pos.
Berbeda dengan TOEFL PBT,  skor yang diberikan pada TOEFL iBT berkisar 0-120. Tes ini sendiri memakan biaya $175 untuk sekali tes. Memang sedikit mahal untuk seukuran tes kemampuan bahasa Inggris.

Bilamana ada pertanyaan lebih lanjut, dapat menghubungi kami di Cornell Language Center, telp. 56947377

TOEFL Writing Test Strategy

Berikut sedikit saya berikan tips untuk writing toefl test.


  • Analisa pertanyaan yang anda hadapi. Pahamilah pertanyaan tersebut dan segeralah lakukan Brainstorming, yaitu membiasakan diri berfikir cepat mengenai apa saja yang berkenaan dengan tema / hal yang di tanyakan dalam soal. Catatlah hal hal yang ada di kepala anda. Misalnya topik yang di tanyakan adalah "internet". Maka anda harus segera mempekerjakan memori anda untuk untuk menyebutkan apa saja hal yang berkaitan dengan internet yang anda ingat. Misalnya, e-mail, electronic, journals, music, e-commerce, e-banking, viruses, software, hacker, dan chatting.
  • Setelah melakukan Brainstroming, segera temukan ide apa saja yang anda tuangkan dalam tulisan esai. Anda bisa memperluas cakrawala pandang dengan menggunakan kata kata yang anda dapatkan dalam brainstroming. Dari sini anda dapat mengembangkan ide yang lebih terstruktur.
  • Buatlah rencana singkat tentang apa yang akan anda tulis. Anda bisa membuat outline sederhana untuk mempermudah penulisan. Kemudian mulailah menulis dengan menghindari over generalisasi dan over simplifikasi. Artinya, Anda di minta untuk membuat tulisan yang memiliki dasar yang logis dan tidak mengada ada.
  • Setelah menyelesaikan tulisan esai, bacalah kembali secara sekilas dan lakukan pengecekan kemungkinan ada kesalahan gramatikal dan seterusnya.

TOEFL iBT Preparation Test Tips

Setelah kamu meningkatkan kemampuan dan praktik kamu, kamu akan siap untuk melakukan TOEFL iBT test, disini ada beberapa strategi atau tips yang baik untuk melakukan TOEFL iBT test.

  • Perhatikan dengan seksama petunjuk di setiap bagian untuk menghindari membuang-buang waktu.
  • Pilih "help" untuk melihat kembali petunjuk hanya pada saat benar-benar dibutuhkan, karena waktu test tidak akan berhenti walaupun fungsi "help" sedang digunakan.
  • Jangan panik. Tetap berkonsentrasi pada pertanyaan yang sedang berlangsung. Ini kebiasaan yang bisa dipelajari melalui paktik.
  • Hindari penggunaan waktu yang berlebihan untuk menjawab satu soal. Jika kamu telah diberikan beberapa soal dan kamu masih belum tahu jawabannya, maka sisihkan terlebih dulu pertanyaan itu dan pilihlah pertanyaan yang tersisa. Kamu bisa melihat ulasan dari respon kamu pada sesi Reading dengan mengklik Review. Bagaimanapun, saat terbaik untuk melakukan hal ini hanya setelah semua pertanyaan selesai dijawab sehingga kamu tetap fokus dan menghemat waktu.
  • Tingkatkan kecepatan kamu sehingga kamu punya cukup waktu untuk menjawab setiap pertanyaan. Sadari bahwa waktu yang tersedia terbatas untuk setiap sesi, dan  sediakan cukup waktu untuk setiap pertanyaan sehingga kamu tidak akan terburu-buru diakhirnya. Kamu bisa menyembunyikan jam yang tertera jika kamu mau, tapi ide bagus untuk mengecek waktu untuk memantau perkembangan kamu saat tes berlangsung. Jam akan secara otomatis memberi tanda kepada kamu saat sesi Listening dan Reading tersisa 5 menit, serta dalam sesi Writing.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites